RUU PENGHAPUSAN KEKERASAN SEKSUAL: MEMBERIKAN PAYUNG HUKUM YANG BERPERSPEKTIF KORBAN

Abstrak

Setiap warga negara berhak untuk mendapatkan rasa aman dan bebas dari segala kekerasan, termasuk kekerasan seksual. Sayangnya, penanganan kasus kekerasan seksual di Indonesia masih terkendala dengan belum adanya suatu aturan yang komprehensif dan berperspektif korban mengenai penghapusan kekerasan seksual. Hal ini seharusnya memberikan urgensi bagi pemerintah untuk segera mengesahkan RUU P-KS. Setidaknya terdapat tiga alasan terkait urgensi RUU P-KS untuk segera disahkan, yaitu: RUU P-KS memperluas pengaturan kekerasan seksual dalam peraturan perundang-undangan yang ada, memperkuat sistem peradilan dalam menyelesaikan kasus kekerasan seksual, serta menjawab kebutuhan akan pemulihan bagi korban kekerasan seksual. RUU ini diharapkan dapat mengubah paradigma masyarakat mengenai kekerasan seksual serta meningkatkan peran negara dalam melakukan penghapusan kekerasan seksual.

Kata kunci: penghapusan kekerasan seksual, berperspektif korban, peran negara

Abstract

Every citizen has the right to feel safe and free from all violence, including sexual violence. Unfortunately, the handling of sexual violence cases in Indonesia is still hampered by the absence of a comprehensive regulation with a perspective of the victim regarding the elimination of sexual violence. This should give urgency for the government to immediately pass the Elimination of Sexual Violence Bill (RUU P-KS) . There are at least three reasons regarding the urgency of the  Elimination of Sexual Violence Bill  to be passed immediately, namely: the  Elimination of Sexual Violence Bill expands the stipulation of sexual violence in existing laws and regulations, strengthens the justice system in resolving cases of sexual violence, and addresses the need for recovery for victims of sexual violence. This bill is expected to change the paradigm of society regarding sexual violence and increase the role of the state in eliminating sexual violence.

Keywords: elimination of sexual violence, victim perspective, the role of state